Ada Apa Dengan Keberadaan BUMD MBD

Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kalwedo milik pemerintah kabupaten Maluku Barat Daya sepertinya perlu disoroti secara khusus tidak saja lembaga yang memiliki fungsi pengawasan, melainkan lebih dari itu, pihak aparat hukum juga sangat mungkin melakukan pamantauan terhadap aliran dana yang masuk dalam kas perusahaan daerah milik rakyat MBD itu.

Pantauan media jangkaindonesia.com pada akhir oktober 2017 ini, beberapa persoalan besar yang sangat terasa di ibukota Kabupaten Maluku Barat Daya. Pertama, akibat harga bahan bakar premium yang bisa melejit hingga mencapai 50 ribu per liter, membuat persoalan lain menjadi ikutan. Kebutuhan sembako misalkan.

Sebagai salah satu perusahaan yang dibentuk dengan semangat untuk membantu pemerintah dalam hal pelayanan publik, BUMD di daerah ini memang masih belum berfikir panjang soal kepekaannya melihat soal lain di daerah. BUMD masih bergerak sebatas mengurus Kapal yang operasionalnya menguras kantong APBD yang diperkirakan bisa mencapai 10 milyard kurang lebih itu dalam dua atau 3 tahun terakhir anggaran.

Pantauan media ini di Kota Tiakur, kantor BUMD ini hampir setiap harinya tidak terasa ada aktifitas yang terlihat disana. Kantor itu tertutup begitu saja. Salah satu warga yang sempat ditanya mengatakan kantor tersebut hampir setiap saat menjadi buah bibir tak sedap di kalangan politisi MBD. Banyak yang mempertanyakan peran dan funggsinya, apalagi kantor itu diketahui belum pernah melakukan rapat umum pemegang saham. Luar biasa.

Dengan melihat begitu banyak problem rakyat yang ada di daerah MBD saat ini, ada pihak yang kemudian menyoroti kinerja BUMD. Kalau saja perusahaan yang diharapkan dapat memberi manfaat kepada rakyat namun hanya berperan mengurus kapal saja, maka perusahaan ini sebaiknya dipikirkan kembali lebih khusus besaran dana yang telah dikucurkan harus diaudit untuk melihat kejelasan pemanfaatannya.

Di beberapa daerah di Indonesia, BUMD memiliki fungsi yang berlipatganda tidak seperti yang ada di MBD hari ini yang hanya mengurus kapal. BUMD bisa melakukan fungsi lain katakanlah melakukan perencanaan terhadap pengelolaan sumber daya alam di daerah. Bisa mengatur stabilisasi harga pangan lokal, perikanan, peternakan termasuk ekspor ke luar daerah. Hal ini dimaksudkan agar sebagian besar tugas-tugas pemda menjadi ringan oleh karena BUMD melakukan itu.

Pada akhir oktober 2017 ini menjadi sejarah yang selalu berulang-ulang terhadap tingginya harga barang akibat harga BBM yang melejit naik tak berlogis. Akankah hal ini harus terus berulang-ulang? Dan dimana peran DPRD sebagai lembaga yang diharapkan melakukan kontrol dan pengawasan terhadap perusahaan yang setiap tahun terus menerus menguras kantong APBD.

Sebagai putera Maluku Barat Daya, ketika melihat situasi ekonomi daerah yang demikian mencekik, BUMD kemudian menjadi salah satu alasan untuk menyoroti pemda. Mengapa demikian? Karena kantong APBD dikuras masuk ke KAS BUMD pada setiap tahun, namun itu hanya mengurus bahan bakar kapal yang dikelolah serta gaji para pejabat struktural BUMD. Sayangnya, DPRD sepertinya hanya bisa menonton kondisi itu terjadi, ataukah bisa dicurigai lembaga legistalif ini bisa menjadi bagian dari masalah.

Ada hal lain yang dapat dilihat secara khusus terhadap keberadaan Badan Usaha Milik Daerah ini, salah satunya perusahaan ini ternyata muatan politiknya sangat kuat, serta kepentingan orang-orang begitu tinggi yang hanya mengejar menguras kantong APBD. Buktinya, hampir tidak pernah pejabat BUMD duduk bersama DPRD di ruang sidang, ataukah bersama pemda dalam forum-forum resmi. Ini adalah fakta dan tidak bisa dipungkiri.

“Sebagai putera daerah yang memiliki tanggungjawab melihat daerah ini, hemat saya, baiknya aparat penegak hukum harus masuk dan menelusuri penggunaan anggaran yang masuk dalam KAS BUMD. Selain itu, kami minta partisipasi rakyat untuk bersama melakukan kontrol terhadap perusahaan yang dibanggakan dengan nama Kalwedo ini”.

Editorial: Oleh. Freni Lutrun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *