Indonesia Timur Jadi Fokus Dunia Perfileman

Jakarta – Industri Perfileman saat ini lebih melirik kawasan timur Indonesia dalam proses pembuatan film di tanah air. Alasannya sederhana, tidak lain karena Indonesia timur lebih banyak memiliki cerita dan khas yang berbeda dan berpotensi  secara ekonomi.

Garin Nugroho, salah satu sutradara dan Maestro Film Nasional dan Internasional ini mengatakan ia memiliki ketertarikan untuk mengangkat NTT dan Indonesia Timur lewat film.

Untuk saat ini, Film yang telah digarap mengangkat NTT melalui Sumba lewat surat untuk Bidadari dan Angin Rumput Savana. Film ini juga mengangkat  Perjuangan Seorang Perempuan Flores.

Pada konteks lain, dia berencana  membuat lagi film tentang teater dan musik khas Flores. Garin ingin mempromosikan NTT ke pentas nasional dan internasional.
Satu harapan yang ia sampaikan semoga orang NTT mendukung dan bersedia mendirikan Institut Seni Flobamora dengan fokus pada Seni Suara, Seni Musik dan Seni Tenun.
Demikian Garin Nugroho saat bertemu dengan Direktur IRCI, Gabriel Goa  bersama Ketua Paguyuban Ngada Jakarta Berto Botha, Pemerhati Seni NTT Pian Da Gomez dan Praktisi Film Wawan di Citos, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa,16 Januari 2018. [fren]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *