Pilgub NTT Jangan Bawa Politik Identitas

Oleh: Daniel Tagu Dedo, SE, M.Ak – Ketua Dewan Pembina IMO NTT.

NTT yang saat ini masih tergolong miskin (no. 3 termiskin) dan rasio kesenjangan (masih ketiga tertinggi) adalah akibat dari miskinnya nilai-nilai demokrasi. Praktek KKN berdasarkan premordialisme dan kepentingan kelompok sangat kasat mata, karena dimainkan secara terang-benderang oleh pihak-pihak yang berkuasa. Apakah kita ingin tetap seperti ini…?

Rakyat NTT butuh kepemimpinan yang egaliter yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, obyektifitas, Integritas dan profesionalisme serta benar-benar ingin mengabdi kepada rakyat.

Oleh karena itu momentum PILGUB di NTT janganlah disalahgunakan hanya karena ingin berkuasa tanpa adanya niat suci utk melepaskan rakyat NTT dari kemiskinan dan ketertinggalan.

Kasus-kasus Human Trafficking adalah bukti tidak berhasilnya Pembangunan Kesejahteraan Manusia di NTT. Apapun alasannya inilah bukti nyata laki-laki dan perempuan NTT harus menjadi korban Human Trafficking. Hampir setiap bulan ada saja jenasah rakyat NTT yang kita terima akibat Human trafficking.

Itulah hasil demokrasi di NTT? Itukah yang kita banggakan tentang geopolitik yang kita anut selama ini? Belum lagi kasus-kasus korupsi yang menimpa para Wakil kita di DPRRI. Sangatlah naif kalau kita masih menganut sistem kepemilihan kita berdasarkan premordialisme, berdasarkan politik identitas.

Pilihlah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT berdasarkan Kapasitasnya, Kompetensinya, INTEGRITASnya.

Jangan pilih karena sukunya, agamanya atau rasnya, kita tidak memilih Pemimpin Agama atau Kepala Suku, kita akan memilih GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR yang merupakan Figur Terbaik yang akan mengeluarkan NTT dari Kemiskinan dan Ketertinggalan.

Selamat memilih!!!!!

 

NTT adalah Wilayah Territorial yang sangat diberkati TUHAN.

Kita bisa sebut sesuai urutan leading sector economy nya :

  1. Pariwisata, yang bisa dibagi dalam beberapa segmen : pariwisata alam baik darat dan lautan serta kepulauan.
  2. Perikanan dan Budidaya Kelautan : Perikanan tangkap, rumput laut dan Garam.
  3. Peternakan : sapi, kuda, babi dan unggas.
  4. Perkebunan : Kopi , Coklat, Mente, Vanili, zaitun , Buah Naga, pisang, bambu.
  5. Kerajinan : tenun, dll.
  6. Holtikultura dan Bumbu-bumbuan : sayur mayur, paprika, lombok, bawang merah dan bawang putih.
  7. Perdagangan bahan pokok dan bahan bangunan .
  8. Pendidikan dan Kesehatan ini juga industri yang sangat potensil di NTT.
  9. Sistem Pembayaran Online seperti e-commerce utk segala jenis pembayaran.

Nah berdasarkan segmentasi di atas, coba masing-masing kita di Ikatan Media Online NTT memilih akan FOKUS PEMBERITAANNYA di segment yang mana.

Tentu kita tidak munafikan bahwa bad news is a good news tetapi kita bisa menyediakan Halaman Khusus sesuai Fokus kita. Ini juga berhubungan dengan target IKLAN yang tentunya sangat penting utk media.

Tolong dipertimbangkan.

Salam

Sumber foto: moralpolitik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *